Mengenal dan Memahami Fakta Inner Child

Mengenal dan Memahami Fakta Inner Child

Inner child merupakan sosok anak kecil yang berada dalam diri dan bisa berpengaruh pada kepribadian seseorang. Mungkin hal ini masih banyak yang belum mengetahuinya sehingga didikan masa kecil anak kurang diperhatikan.

Padahal jika sosok anak kecil tersebut mengalami hal yang tidak mengenakkan, maka bisa berpengaruh negatif sampai dewasa. Oleh karena itu, mengapa hal ini sangat penting untuk diketahui. Silakan baca pembahasan dalam artikel ini, jika ingin memahaminya secara mendalam.

Fakta Tentang Inner Child

Inner Child adalah sosok anak-anak yang ada dalam diri setiap orang dan masih melekat sampai dewasa. Jadi, sosok tersebut tidak akan pergi bahkan bisa membentuk diri ketika dewasa. Terkadang sering menjadi dorongan yang kuat untuk membuat keputusan maupun merespon masalah.

Hal ini akan terbentuk dari pengalaman masa kecil. Jika saat kecil merasa sendirian atau sering ditinggal, maka ketika dewasa ia tidak merasa tidak aman. Penyebab inner child yang buruk juga bisa berasal dari kekerasan seksual, emosional, dan fisik.

Sedangkan, jika di masa kecil mendapat dukungan dan cinta, maka ketika dewasa akan memiliki rasa aman. Jika ingin memahami mengenai hal ini lebih dalam, maka bisa melihat beberapa faktanya berikut.

1.     Sesuatu yang Terselubung dalam Alam Bawah Sadar

Jiwa anak kecil yang muncul dalam diri terkadang tidak disadari. Jadi, jangan heran jika melihat seseorang yang tiba-tiba sedih atau marah tanpa alasan yang jelas. Kemungkinan ketika kecil pernah mengalami hal-hal yang menyedihkan dan terbawa sampai dewasa.

2.     Kepribadian Sekarang Ialah Bentuk dari Inner Child

Jika pernah mendengar sebuah pepatah bahwa keperibadian yang sekarang merupakan produk dari masa lalu. Hal itu memang benar adanya, contohnya seperti anak yang mendapat didikan disiplin. Jadi, ketika dewasa akan menjadi orang yang teratur dan disiplin.

3.     Setiap Orang Mempunyai Inner Child yang Harus Terpenuhi

Orang-orang tentu menghadapi atau mengalami masa lalu yang berbeda-beda. Misalnya saat kecil sering ditinggal oleh orang tuanya dan merasa kurang kasih sayang. Jadi, saat dewasa sebaiknya mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Caranya dengan berinteraksi dengan orang lain. Dengan begitu, masa lalu yang kurang bisa terpenuhi dan jiwa anak-anak dalam diri tidak berpengaruh buruk. Hal itu karena bisa merasakan kasih sayang melalui teman-teman terdekat.

4.     Tidak Selalu Mengarah ke Sisi Negatif Seseorang

Sosok anak kecil dalam diri setiap orang tidak melulu akan merujuk pada hal-hal negatif. Jadi, tergantung masa kecil yang seseorang alami. Jika memiliki masa kecil yang bahagia dan tidak kekurangan kasih sayang, maka akan membentuk kepribadian yang baik.

Namun, jika di masa kecilnya sering mengalami perlakuan yang buruk, tentu hal tersebut akan berdampak negatif ketika dewasa.

Jenis-Jenis Inner Child

Ada beberapa jenis dalam hal ini dan masing-masing memiliki dampak yang berbeda-beda. Jika ingin tahu apa saja jenis dan dampaknya, maka bisa mengikuti pembahasan berikut.

1.     Abandonment Wound

Jenis ini merupakan luka masa kecil yang mendalam karena sering ditinggalkan oleh orang-orang sekitar. Baik itu akibat perpisahan, kematian, pekerjaan dan lain sebagainya. Selain itu, juga bisa karena hal-hal kecil yang berulang-ulang.

Misalnya, ibu yang meninggalkan anaknya untuk berbelanja. Kemudian ketika anak bangun sudah tidak terdapat ibunya, tentu akan menangis karena takut sendiri. Jika hal itu terus terjadi, maka bisa menyebabkan luka takut akan ditinggalkan 

Hal itu karena sosok anak kecil dalam diri takut merasakan kesedihan yang sama. Dengan begitu, akan benci pada kesendirian dan bisa bersifat sensitif atau emosional pada kepergian seseorang.

2.     Guilt Wound

Jenis ini merupakan luka yang berupa perasaan bersalah karena kejadian masa lalu. Misalnya sering mendapatkan kemarahan orang tua sehingga menimbulkan rasa bersalah yang mendalam. Dampak inner child ini akan mengakibatkan ketakutan dan bisa membatasi diri karena merasa rendah atau buruk.

3.     Trust Wound

Jenis yang ketiga adalah Trust Wound yang merupakan luka karena rusaknya kepercayaan anak pada orang sekitar. Misalnya, perpisahan kedua orang tua yang membuatnya tidak percaya terhadap perlindungan serta kasih sayang keluarga. Dampaknya bisa berupa  tidak mempercayai diri sendiri, merasa rendah diri, dan tidak merasakan aman.

4.     Neglect Wound

Jenis inner child ini merupakan luka karena pengabaian dari orang-orang sekitar. Misalnya, orang tua sering mengabaikan ide atau cerita anak dan tidak merasa peduli. Dengan begitu, ketika dewasa akan menjadi individu yang gemar menekan perasaan dan akan mudah marah. Bisa karena menganggap dirinya tidak bernilai atau tidak layak.

You Might Also Like

One Comment

  1. qweqtt

    Its like you read my mind You appear to know so much about this like you wrote the book in it or something I think that you can do with a few pics to drive the message home a little bit but other than that this is fantastic blog A great read Ill certainly be back

Leave a Reply